KEBIJAKAN FISKAL

19 Sep

Kebijakan fiskal adalah kebijakan pemerintah dengan menggunakan belanja negara dan perpajakan dalam rangka menstabilkan perekonomian.

Instrumen kebijakan fiskal adalah penerimaan dan pengeluaran pemerintah yang berhubungan erat dengan pajak. Dari sisi pajak jelas jika mengubah tarif pajak yang berlaku akan berpengaruh pada ekonomi. Jika pajak diturunkan maka kemampuan daya beli masyarakat akan meningkat dan industri akan dapat meningkatkan jumlah output. Dan sebaliknya kenaikan pajak akan menurunkan daya beli masyarakat serta menurunkan output industri secara umum.

Kebijakan Anggaran / Politik Anggaran :

1. Anggaran Defisit (Defisit Budget) / Kebijakan Fiskal Ekspansif
Anggaran defisit adalah kebijakan pemerintah untuk membuat pengeluaran lebih besar dari pemasukan negara guna memberi stimulus pada perekonomian. Umumnya sangat baik digunakan jika keaadaan ekonomi sedang resesif.

2. Anggaran Surplus (Surplus Budget) / Kebijakan Fiskal Kontraktif
Anggaran surplus adalah kebijakan pemerintah untuk membuat pemasukannya lebih besar daripada pengeluarannya. Baiknya politik anggaran surplus dilaksanakan ketika perekonomian pada kondisi yang ekspansi yang mulai memanas (overheating) untuk menurunkan tekanan permintaan.

3. Anggaran Berimbang (Balanced Budget)
Anggaran berimbang terjadi ketika pemerintah menetapkan pengeluaran sama besar dengan pemasukan. Tujuan politik anggaran berimbang yakni terjadinya kepastian anggaran serta meningkatkan disiplin.

Kebijakan fiskal berarti penggunaan pajak, pinjaman masyarakat, pengeluaran masyarakat oleh pemerintah untuk tujuan stabilisasi dan pembangunan ekonomi. Bagi Negara maju, kebijkaan fiskal bertujuan untuk stabilisasi laju pertumbuhan. Sedangkan bagi Negara terbelakang, kebijkan fiskal bertujuan untuk pembentukan modal.

Namun secara umum, tujuan kebijakan fiskal adalah :

  •  Meningkatkan Laju Investasi

Hal ini dapat dicapai dengan mengendalikan konsumsi baik actual maupun potensial dan meningkatkan rasio tabungan marginal ( inkrimental).

Dr. R.N. Tripathy menjelaskan bebrapa metode peningkatan rasio tabungan inkrimental yaitu :

Kontrol fisik langsung

kontrol fisik langsung adalah metode yang paling efektif dalam membatasi konsumsi dan investasi tidak produktif

langkah- langkahnya meliputi ;

  • pajak pendapatan progresif
  • pembatasan impor barang mewah
  • bea masuk tinggi pada barang impor mewah
  • larangan membuat barang mewah dan setengah mewah di dalam negeri atau pembatasan pengenaannya melalui pajak yang berat.

Sementara untuk membatasi penggunaan tabungan ke sektor yang tidak produktif maka perlu pengenaan pajak progressif yang tinggi pada pendapatan yang tidak dibayarkan, keuntungan dari modal, pengeluaran dan perumahan mewah.

  • Mendorong Investasi Optimal Secara sosial

Untuk mendorong investasi optimal secara sosial ini berhubungan dengan tanggung jawab Negara dan pola optimum investasi untuk menciptakan investasi pada overhead ekonomi dan sosial. Seperti investasi bidang transportasi, perhubungan, pengembangan tenaga dan sungai, serta konservasi lahan, untuk overhead ekonomi. Serta investasi di bidang pendidikan, kesehatan, dan fasilitas pelatihan, untuk overhead sosial. Namun investasi dalam bentuk ini memerlukan investasi yang besar.

  •  Meningkatkan Kesempatan Kerja

Kebijakan fiskal harus ditujukan untuk meningkatkan kesempatan kerja dan mengurangi pengangguran atau setengah pengangguran. Caranya adalah dengan mengarahkan pengeluaran pemerintah kearah overhead sosial dan ekonomi. Selain itu, pemerintah juga harus mendorong perusahaan swasta tumbuh dengan tax holiday, konsesi, pinjaman murah, subsidi dan sebagainya. Di pedesaan pemerintah bias menyediakan pelatihan, keuangan dan mesin- mesin untuk menunjang industri rumah tangga.

  •  Meningkatkan Stabilisasi Ekonomi ditengah Ketidakstabilan Internasional

Kebijakan fiskal memegang peranan penting dalam mempertahankan stabilitas ekonomi menghadapi kekuatan internal dan eksternal. Dalam rangka mengurangi krisis internasional fluktuasi siklis pada masa boom, harus diterapkan pajak ekspor dan impor. Pajak ekspor dapat menyedot pendapatan dari kenaikan harga di pasar dunia. Dan bea impor yang tinggi pada barang konsumsi dan barang mewah dapat menghambat penggunaan daya beli tambahan. Akan tetapi kebijakan ini akan berhasil bila pembatasan impor barang mewah dan bea ekspor dan impor yang tinggi tersebut dipergunakan untuk tabungan domestik dan pembentukan modal.

  •       Menanggulangi Inflasi

Ketidakseimbangan antara permintaan dan penawaran sumber riil mengakibatkan kenaikan harga inflasioner. Hal ini dipicu oleh kenaikan daya beli yang tidak diimbangi dengan pemabahan suplai ( suplai tetap). Hal ini juga akan memicu permintaan kenaikan upan yang kemudian menyebabkan kenaikan biaya produksi sehingga memicu kenaikan harga lebih jauh.

Pajak langsung progressif yang dilengkapi dengan pajak komoditi merupakan salah satu tindakan fiskal yang paling efektif untuk menanggulangi tekan inflasioner dalam perekonomian. Pajak seperti ini umumnya mampu menyedot sebagian besar tambahan pendapatan yang tercipta dalam proses inflasi.

  •       Meningkatkan dan Redistribusi pendapatan

Ketimpangan kesejahteraan dan pendapatan yang ekstrim menyebabkan perpecahan sosial yang menjurus pada ketidakstabilan politik dan ekonomi, yang berakibat pada terganggunya pembangunan ekonomi. Dan kebijkan fiskal berperan dalam redistribusi pendapatan. Investasi pemerintah dalam overhead sosial dan ekonomi merupakan upaya efektif untuk menaikan volume output, lapangan kerja, serta pendapatan nyata suatu Negara terutama Negara terbelakang. Keadaan ini akan menyebabkan standar kehidupan meningkat dan disparitas dalam pendapatan menurun.

Redistribusi pendapatan dapat dilakukan dengan menerapkan struktur perpajakan yang bercakupan luas dan sangat progressif. Struktur pajaknya meliputi pajak atas pendapatan, kekayaan, pegeluaran, perumahan, dan barang mewah.

Tetapi kebijakan pajak tersebut harus diatur sedemikian rupa agar tidak mengganggu kegairahan sektor usaha karena keuntungan mereka menjadi lebih kecil.

PerangkatKebijakanFiskal                                                   

Ada duaperangkatkebijakanfiskalyaitu:

  1. Belanjaataupengeluarannegara(G=Government Expenditure)
  2. Perpajakan(T=Taxes)

Jenis-JenisKebijakanFiskal

  1. Kebijakanfiskalekspansif(ekspansionary fiscal policy):menaikkanbelanjanegaradanmenurunkantingkatpajaknetto.Kebijakaniniuntukmeningkatkandayabelimasyarakat.Kebijakanfiskalekspansifdilakukanpadasaatperekonomianmengalamiresesi/depresidanpengangguran yang tinggi.
  2. Kebijakanfiskalkontraktif:menurunkanbelanjanegaradanmenaikkantingkatpajak.Kebijakaninibertujuanuntukmenurunkandayabelimasyarakatdanmengatasiinflasi.

PengaruhKebijakanFiskalbagiPerekonomian

v  Pemerintahmenggunakankebijakanfiskaluntukmencapaitujuan-tujuansepertiinflasi yang rendahdantingkatpengangguran yang rendah.

v  BerdasarkanteoriekonomiKeynesian,kenaikanbelanjapemerintahsehingga APBN mengalamidefisitdapatdigunakanuntukmerangsangdayabelimasyarakat(AD=C+G+I+X-M) danmengurangipengangguranpadasaatterjadiresesi/depresiekonomi.

Sekarang kita mencoba melihat apakah  kebijakan fiskal itu sungguh-sungguh ampuh dalam meningkatkan pendapatan nasional.Untuk itu marilah kita menggunakan kurva IS dan kurva LM sebagai alat analisis.

i                      LM

B

A

LM

0   Y

Kebijakan Fiskal Tidak Efektif, Daerah Klasik

  1. Perubahan tingkat bunga tidak akan membawa perubahan dalam jumlah uang yang diminta dan tidak akan mengubah tingkat pendapatan nasional.
  2. Keadaan keseimbangan yang sudah dicapai oleh suatu perekonomian yang ditunjukkan oleh perpotongan antara kurva IS dan LM,yaitu pada tingkat pendapatan nasional setinggi   dan tingkat bunga setinggi .
  3. Perpotongan antara IS dan LM itu terjadi di daerah Klasik,yaitu pada tingkat bunga yang relatif tinggi.
  4. Misalnya pemerintah menambah pengeluaran pemerintah untuk pelaksanaan pembangunan tahun ini, maka ini berarti akan menggeser kurva IS ke kanan.
  5. Perpotongan antara kurva IS dan LM pindah dari titik A ke titik B.Ini menunjukkan adanya tingkat bunga () yang lebih tinggi daripada sebelumnya(); sedangkan tingkat pendapatan nasional tidak berubah.

Jadi dapat disimpulkan bahwa perubahan penegeluaran pemerintah lewat peningkatan anggaran belanja pemerintah tidak berhasil meningkatakan pendapatan nasional,dan ini berarti kebijakan fiskal tidak efektif.

Keadaan yang bertentangan sama sekali ialah pada saat tingkat bunga menjadi sangat rendah,atau dengan kata lain perekonomian dalam keadaan perangkap likuiditas atau perangkap Keynes.Pada saat tingkat bunga sudah begitu rendah kurva permintaan uang untuk spekulasi maupun kurva LM berbentuk horizontal atauelastissempurnadengantingkat bunga.Ini berartibahwaapabilaterjadikenaikantingkatbunga,makajumlahuang yang dimintauntukspekulasiakanturunsecaradrastis. Dalamkeadaan yang demikiansuatukenaikandalamanggaranbelanjanegaraakanberhasilmeningkatkanpedapatannasionalsepenuhnyayaitusebesarkoefisienpenggandapengeluaranpemerintah;sedangkantingkatbungatidakakanberubahsamasekali. Keadaan yang demikianinidapatdiartikansebagaikeadaandimanakebijakanfiskalsangatefektifgunameningkatkanpendapatannasional.Gambardibawahiniakanmenjelaskansituasitersebut.

i                                                                             LM

A                     B

            0

KebijakanFiskal,SangatEfektif,Di Daerah Keynes (PerangkapLikuiditas)

Kurva IS dankurva LM berpotongansatusama lain di titik A danmenunjukkantingkatbungakeseimbangansetinggi dan tingkat pendapatan nasional keseimbangan setinggi . Perpotongan kedua kurva itu pada posisi perangkap likuiditas.Denganadanyapenigkatananggaranbelanjapemerintahmakakurva IS bergeserkekanandari   menjadi  dan memotong kurva LM di titik B. Tingkat bunga tidak berubah sama sekali; dan tingkat pendapatan nasional meningkat dari menjadi

Kebijakan Fiskal Ekonomi Islam

Pengertian

Prinsip Islam tentang kebijakan fiskal bertujuan untuk mengembangkan suatu masyarakat yang didasarkan pada distribusi kekayaan berimbang dengan menempatkan nilai- nilai material dsn spiritual pada tingkat sama.

Kebijakan fiskal diarahkan untuk melaksanakan fungsi alokasi , distribusi, dan stabilisasi yang dalam Islam pelaksanaannya mempunyai kekhususan sendiri yang timbul dari nilai orientasi, dimensi, etik, dan sosial.

Dalam suatu Negara Islam, proses pengalokasian penggunaan sumber daya antara barang swasta dan sosial, distribusi perolehan dan redistribusi pendapatan yang ada dan kekayaan, serta penggunaan kebijakan anggaran belanja sebagai alat stabilisasi. harga, kesempatan kerja yang tinggi dan pertumbuhan harus memberi suatu manifestasi keprihatinan sosial dan moral disamping kesejahteraan material.

1.Kebijkan Pengeluaran

pengeluaran Negara harus berdampak pada peningkatan kehidupan sosio- ekonomi masyarakat. Qur’an memberikan petunjuk penggunaan pendapatan Negara ( dari zakat) yaitu bahwa zakat itu untuk kaum miskin muslimin, golongan miskin dari kalangan orang asing yang menetap, untuk merebut hati muallaf, membebaskan budak dan tawanan perang, membantu mereka yang yang terjerat utang, mereka yang dijalan ALLAH, dan untuk para mussafir ( QS, At-Taubah : 60)

2.Kebijakan Pemasukan

Zakat dan sedekah merupakan saluran seluruh pendapatan Negara pada masa nabi Muhammad SAW. zakat dan sedekah tidak hanya meliputi pajak pada uang tunai, tapi juga penerimaan tanah, pajak pada hewan ternak, barang tambang dan harta terpendam.

sementara system perpajakan modern yang rumit dibenarkan mengingat kompleksitas kehidupan modern. Dalam Islam, ciri perpajakannya mempunyai sanksi ganda, yaitu sanksi duniawi dan sanksi rohani.

Sistem perpajakan Islam harus menjamin bahwa hanya golongan kaya dan golongan makmurlah yang menanggung beban utama perpajakan. Dengan alasanb itu maka pendapatan

tidak dipajak pada sumbernya atau bila pendapatan ini bertambah, tetapi pada tabungan dan penimbunan

Contohmasalahkebijakanfiskal: Rencana menaikkan cukai tembakau untuk membatasi perokok dari kalangan orang miskin yang tidak mampu berobat kanker paru-paru dan sebagainya serta untuk meningkatkan penerimaan negara dari perokok.

 

 

 

 

Sumber:

  • Suparmoko,Drs,M,M.A,Phd.PengantarEkonomikaMakro.BPFE Yogyakarta.
  • abdul fatah.wordpress.com.
  • kebijakan-fiskal 2.html.
About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: