Kutipan dari buku “Lubang Pada Tembok Akal “

v Sekeras apapun omongan dari kawan-kawan,sehebat apapun derita yang menghadang di tengah jalan, atau meskipun orang-orang meragukan , dan angin utara datang melawan, aku akan naik ke puncak awan meninggalkan pandangan sempit dan kerendahan, untuk berjalan sesuai aturan Tuhan, mewujudkan pribadi yang menawan,dan berkreasi dalam kehidupan.

v Kepompong yang anda lihat sebagai akhir kehidupan, justru bagi kupu-kupu adalah awal kehidupannya.

v Cerita dari Arthur gordon yang diberikan resep oleh dokter, dalam resepnya sang dokter menyarankan agar pergi ke tempat-tempat di mana ia pergi sewaktu kecil. Ada tiga resep yang diberikan oleh san dokter , Pertama “Dengar dengan seksama” ,Kedua “Cobalah dengan pikiranmu kembali ke belakang” , Ketiga “Telitilah motovasimu” , Keempat “Tulislah apa yang mengkhawatirkanmu di atas pasir” .

v Pada resep yang ketiga “Telitilah motovasimu”, Dia tetap berpikir tentang motivasi-motivasinya dengan teliti. Ia berpikir ttentang masa-masa indah yang pernah ia lewati, hingga pada akhirnya ia menemukan jawaban dan menuliskannya, “ Dengan penuh keyakinan, aku melihat bahwa jika motivasi yang dimiliki oleh seseorang itu salah, maka mustahil untuk bisa benar, tidak peduli apakah ia tukang pos, tukang cukur rambut, notaris bahkan pembantu rumah tangga! Maka jika kamu merasa sedang mengabdi kepada orang lain, maka kamu akan mengerjakannya dengan baik, namun jika kamu hanya berkonsentrasi dalam membantu dirimu sendiri, maka kamu akan mengerjakannya asal-asalan. Ini adalah hukum yang tetap seperti halnya hukum gravitasi.

v Dengan ketenangan sebuah gubug dapat menjadi istana yang indah, lain halnya dengan ketamakan yang mengubah istana menjadi sebuah kandang dan penjara.

v “ Kalau bagitu, biarkan dia mengatakan apa yang dia mau, karena yang terpenting bagiku hanyalah bisa sampai ke mana aku mau ! “

v Jangan lupa bahwa seburuk-buruk kebohongan adalah kebohongan manusia terhadapa dirinya sendiri dan seburuk-buruk kebodohan adalah kebodohan manusia terhadap dirinya sendiri.

v  Sebenarnya gaung adalah hidup itu sendiri. Kehidupan akan memberimu sesuatu yang sebanding dengan apa yang kamu berikan kepadanya dan menghormatimu seperti kamu menghormatinya. Jadi, hidup adalah cermin untuk perbuatan kita dan gaung untuk perkataan kita.

One thought on “Kutipan dari buku “Lubang Pada Tembok Akal “

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s