KIAT SUKSES DITEMPAT KERJA

sukses1

Kisah di mana kita bisa mendapatkan pelajaran berharga tentang perjuangan seorang anak manusia. Penuh inspirasi dan semoga bisa menjadikan motivasi bagi pembaca.

http://sepia.blogsome.com/2006/07/02/kiat-sukses-di-tempat-kerja-si-picak-di-kalangan-kaum-buta/

Seringkali saya menemui mahasiswa yang gamang dengan karirnya di masa depan. “Nanti kerja apa ya pak?” kira-kira demikian pertanyaan yang menghantuinya. Saya kira kebanyakan anak muda – bukan cuma mahasiswa – akan gamang menghadapi realita dunia kerja setelah mereka tidak lagi bisa berlindung di balik alasan ‘masih sekolah’.

Saya juga dulu sama saja, seperti itu. Lulus sekolah, dan mulai wajib bekerja, menjadi satu hal penting dalam kehidupan manusia karena berubahnya tanggung jawab dari orang lain (orangtua) kepada diri sendiri. Tentu saja setiap orang akan mengalami ‘nervous’ menghadapi perubahan semacam ini.

Salah satu pesan yang sering saya sampaikan kepada mahasiswa saya adalah ‘jadilah si picak di kalangan kaum buta’. Maksudnya adalah, kita sebaiknya mempunyai keunikan yang menjadikan kita mampunyai peran penting dalam komunitas tempat kita bekerja. Ibaratnya seperti si picak (mata satu) di kalangan si buta, maka dia akan menjadi andalan karena hanya dia yang bisa melihat walaupun tidak sempurna.

Misalnya Anda seorang akuntan. Di kalangan para akuntan Anda jelas tidak mempunyai kelebihan. Apalagi bila Anda juga lulus kuliah dengan terseok-seok. Ini ibarat si picak di kalangan si mata dua! Lain halnya bila Anda mempunyai keahlian akuntansi walaupun biasa saja namun di kalangan para insinyur yang nggak paham sama sekali dengan keuangan. Nah, Anda menjadi si picak di kalangan kaum buta, tiba-tiba Anda menjadi orang penting! Demikian pula sering terjadi, seorang dengan latar belakang insinyur bisa memberi peran yang unik karena membawa cara berpikirnya ke dunia bukan teknis, misalnya di dunia ekonomi. Salah satu contoh yang menarik adalah Prof. Paul Samuelson, tokoh ekonomi makro dari MIT (Massachusetts Institute of Technology) yang awalnya adalah ahli teknologi radar (teknik elektro). Paul Samuelson membawa keunggulan berpikir seorang insinyur untuk memasukkan matematika kalkulus (differensial-integral) ke dalam ilmu ekonomi. Tiba-tiba Prof. Paul Samuelson menjadi si picak di kalangan kaum buta. Akhirnya MIT yang awalnya sekolah khusus teknik itu kini terkenal sebagai universitas yang berperan penting dalam pengembangan ilmu ekonomi.

Apapun keahlian Anda, selalu ada celah untuk menjadi si picak di kalangan buta. Bila Anda ahli ngomong, maka Anda menjadi penting kalau teman-teman Anda pemalu semua. Kalau Anda humoris, Anda menjadi penting di kantor yang penuh orang stress. Kalau Anda pintar menggambar kartun, Anda bisa menjadi ilustrator yang membantu memperindah presentasi rekan-rekan Anda yang tidak bisa menggambar.

Biasanya latar belakang pendidikan (atau dari institusi mana Anda lulus) menjadi kunci awal Anda untuk diterima bekerja. Namun setelah Anda mulai bekerja, keunikan Anda lah yang akan menentukan seberapa penting Anda di antara teman-teman Anda.

Selalu ada celah untuk bekerja asalkan Anda bisa menemukan peran menjadi si picak di kalangan buta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s