Analisis Perbandingan Bisnis Koperasi dengan Badan Usaha Lain

Arif Widodo

Menurut Undang-Undang No 17 Tahun 2012 tentang Perkoperasian, Koperasi adalah badan hukum yang didirikan oleh orang perseorangan atau badan hukum Koperasi, dengan pemisahan kekayaan para anggotanya sebagai modal untuk menjalankan usaha, yang memenuhi aspirasi dan kebutuhan bersama di bidang ekonomi, sosial, dan budaya sesuai dengan nilai dan prinsip koperasi.

Dari definisi Koperasi di atas, maka ada beberapa hal pokok yang membedakan koperasi dengan badan usaha lain yang non koperasi antara lain adalah: (1) Koperasi adalah kumpulan orang, bukan kumpulan modal sebagaimana perusahaan non koperasi; (2) Kalau di dalam suatu badan usaha lain yang non koperasi, suara ditentukan oleh besarnya jumlah saham atau modal yang dimiliki oleh pemegang saham, dalam koperasi setiap anggota memiliki jumlah suara yang sama, yaitu satu orang mempunyai satu suara dan tidak bisa diwakilkan (one member one vote); (3) Pada koperasi, anggota adalah pemilik sekaligus pelanggan (owner-user), oleh karena itu kegiatan usaha yang dijalankan oleh koperasi harus sesuai dan berkaitan dengan kepentingan atau kebutuhan ekonomi anggota. Hal yang demikian itu berbeda dengan badan usaha yang non koperasi. Pemegang saham tidak harus menjadi pelanggan. Badan usahanyapun tidak perlu harus memberikan atau melayani kepentingan ekonomi pemegang saham; (4) Tujuan badan usaha non koperasi pada umumnya adalah mengejar laba yang setinggi-tingginya. Sedangkan koperasi adalah memberikan manfaat pelayanan ekonomi yang sebaik-baiknya (benefit) bagi anggota; (5) Anggota koperasi memperoleh bagian dari sisa basil usaha sebanding dengan besarnya transaksi usaha masing-masing anggota kepada koperasinya, sedangkan pada badan usaha non koperasi, pemegang saham memperoleh bagian keuntungan sebanding dengan saham yang dimilikinya.

Koperasi berdiri bukan hanya untuk meraup laba yang besar, tetapi substansi koperasi adalah kebersamaan, sebagaimana tertera pada Pasal 33 UUD 1945 ayat (1) yang berbunyi: ”Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan”. Koperasi adalah usaha bersama, kumpulan dari individu-individu untuk berusaha bersama dengan tujuan dan visi yang sama, dan yang terpenting didasarkan pada asas kekeluargaan.

Dasar usaha koperasi adalah kebutuhan dan kepentingan ekonomi yang sama di antara

para anggotanya dan bukan untuk mendapatkan keuntungan yang besar. Untuk itu, hakikat usaha koperasi adalah sejauh mana koperasi dapat memberikan manfaat ekonomi bagi anggotanya. Lebih jauh lagi, sejauh mana koperasi dapat mempromosikan dan melakukan efisiensi dalam usaha anggotanya, serta dapat meningkatkan nilai tambah hasil produksi anggotanya.

Perbandingan Bisnis Koperasi dengan Badan Usaha lain

Perbandingan antara bisnis koperasi dengan badan usaha lain, paling tidak ada beberapa hal, sebagai berikut:

 

Tujuan Usaha. Bisnis atau usaha koperasi dijalankan dengan tujuan bukan semata-mata mencari keuntungan yang sebesar-besarnya, namun usaha yang dijalankan harus mampu mensejahterakan anggotanya. Tetapi bukan berarti koperasi tidak boleh mencari untung. Koperasi boleh untuk mencari keuntungan, tetapi kesejahteraan anggota harus menjadi perhatian utama. Sedangkan badan usaha bukan koperasi pada umumnya bertujuan untuk mendapatkan keuntungan tanpa harus memperhatikan kesejahteraan pihak-pihak yang terkait.

Aspek Permodalan. Koperasi adalah kumpulan orang, sehingga anggota merupakan hal yang utama dalam koperasi. Karenanya, modal usaha koperasi berasal dari anggota, kemudian keuntungan yang diperoleh dari usaha akan dibagikan kepada anggota berdasarkan pada partisipasi ekonomi anggota bukan tergantung pada besarnya modal yang disetorkan. Berbeda dengan badan usaha lain, dimana modal adalah hal yang utama jadi merupakan kumpulan modal bukan kumpulan orang, sehingga orang tidak menjadi perhatian yang mendasar, berkebalikan dengan koperasi. Dan jumlah modal menentukan besarnya keuntungan dibagi menurut besar / kecilnya modal.

Kekuasaan Tertinggi. Dalam melaksanakan usahanya, kekuatan tertinggi pada koperasi terletak di tangan anggota—melalui rapat anggota, sedangkan dalam badan usaha bukan koperasi, anggotanya terbatas kepada orang yang memiliki modal, dan dalam pelaksanaannya kegiatannya kekuasaan tertinggi berada pada pemilik modal usaha. Badan usaha bukan koperasi menitikberatkan perhatian pada modal, sehingga hanya orang yang mempunyai modal besar yang bisa menjadi anggota dan memiliki kekuasaan serta keuntungan tertinggi.

Pengelolaan Usaha. Pengelolaan usaha koperasi dilakukan secara terbuka, dibuktikan dengan laporan pengurus koperasi kepada anggota dalam rapat anggota sehingga anggota tanpa terkecuali mengetahui aliran dana, keuntungan usaha dan lain-lain. Sedangkan badan usaha bukan koperasi pengelolaan usahanya dilakukan secara tertutup, dalam arti tidak semua orang mengetahui, hanya terbatas pada orang-orang tertentu saja. Lebih lanjut, koperasi senantiasa mengadakan koordinasi atau kerja sama antara koperasi satu dan koperasi lainnya, sedangkan badan usaha bukan koperasi sering bersaing satu dengan lainnya.

Saham dan Simpanan Pokok. Perusahaan atau badan usaha selain koperasi sangat mementingkan aspek permodalan—sebagaimaan dijelaskan sebelumnya—sehingga hanya segelintir orang saja yang bisa bergabung menjadi anggota. Berikut ini adalah perbandingan antara saham dan simpanan pokok:

Perbandingan Saham pada PT dan Simpanan Pokok pada Koperasi

Saham / Sero Perseroan Terbatas Simpanan Pokok Koperasi
a. Besarnya tergantung kepada besarnya modal pertama / dasar. Setelah modal pertama ditentukan, baru dibagi-bagi dalam sejumlah saham. a. Besarnya menurut keputusan rapat anggota mengikat kekuatan anggota masing-masing.
b. Saham dijual kepada siapa saja yang mau dan mampu membelinya dan pembeli inilah yang menjadi anggota persero. b. Siapa yang akan menjadi anggota dipilih lebih dahulu, baru diwajibkan membayar simpanan pokok.
c. Dapat diperjualbelikan dan oleh karenanya selalu pindah tangan. c. Tidak dapat diperjualbelikan dan oleh karenanya tetap tinggal dalam tangan anggota semula.
d. Bila berhenti sebagai anggota, saham dapat dijual kepada orang lain. d. Bila berhenti sebagai putusan rapat anggota dapat diminta kembali dari perkumpulan.
e. Menentukan hak suara dalam rapat anggota. e. Tidak menentukan hak suara dalam rapat anggota.
f. Menentukan bagian keuntungan. f. Tidak menentukan bagian keuntungan.

Sumber: Tunggal, 2002

Peranan koperasi sebagai karakteristik ekonomi Indonesia sangat dibutuhkan. Penjelasan diatas telah membuktikan bahwa usaha koperasi  mampu mensejahterakan semua anggotanya, semua anggota punya hak yang sama tidak dibeda-bedakan berdasarkan besarnya modal atau simpanan. Usaha Koperasi yang didasarkan pada kebersamaan menjadi pemersatu bagi setiap anggota. Semoga Koperasi terus berkembang dan mensejahterakan rakyat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s