Mempersatukan Hati ?

hati

Mempersatukan Hati ?

Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha gagah lagi Maha Bijaksana. (Al-Anfaal: 63)

Tuhan telah memperingatkan kita, manusia, bahwa semua kekayaan, uang, jabatan bahkan kemuliaan diantara manusia yang lain, tidak akan mampu mempersatukan hati manusia. Itulah salah satu ungkapan yang mendalam untuk memberitahukan manusia bahwa pada dasarnya hati manusia berbeda satu dengan yang lain. Betapa pun itu pasangan suami dan istri yang telah hidup berpuluh-puluh tahun, dalam beberapa hal, hati yang satu terkadang tak mampu dipersatukan dengan yang lain. Apalagi teman, sahabat, tetangga bahkan kakak-adik sekalipun, pastilah sulit untuk dipersatukan.

Terkadang egoisme pribadi sangat dominan dalam mempengaruhi sikap kita dengan yang lain. Manusia sering terjebak pada urusan ego pribadi masing-masing, dan itu manusiawi. Tapi, ke-ego-an manusia sangat mudah dijadikan alat iblis untuk turut serta dalam mempengaruhi tindakan manusia terhadap manusia lain, sehingga sering kita saksikan manusia bisa menjadi “iblis” saat menjaga ego, bahkan mampu membunuh saudara, lebih parah, orang tuanya sendiri. Betapa hati manusia sulit untuk dipersatukan.

Meskipun demikian, Tuhan juga telah memberikan keterangan bahwa Dia-lah yang akan mempersatukan hati kita, manusia. Hati manusia, qalbun, dalam hadist Rasululllah disebut sebagai satu bagian dari manusia yang sangat menentukan baik buruknya tindakan manusia. Ketika hati manusia cenderung jauh dari-NYA, maka akan sangat rentan keterlibatan iblis dalam menentukan ke arah mana hati manusia; tentu ke lembah keburukan. Sedangkan, ketika hati kita telah mampu merasakan kehadiran-NYA, ketentraman hati yang sejati akan terwujud. Damai dan menyejukkan. Seiring dengan itu, hati akan mulai menjauh dari sifat “iblis” serta mengarahkan manusia menuju kebaikan: kepada dirinya sendiri, sesama manusia, bahkan kepada lingkungan dan hewan. Begitulah Tuhan Yang Maha Bijaksana memberitahu manusia.

“Andai semua orang mempunyai videotron hati, yang menvisualisasikan perasaan mereka. Pun belum tentu kita tidak menyakiti perasaan (hati) orang lain, bukan? Barangkali yang diperlukan hanya saling menghargai dan memaafkan” 

Salam baik,

-arif widodo-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s