Surat terbuka untuk Presiden Terpilih RI ke-7: Bapak Joko Widodo

Joko-Widodo

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

 

Bapak Presiden yang terhormat,
Saya adalah bagian dari rakyat Indonesia yang ingin melihat masa depan bangsa dan negara ini dengan lebih cerah. Surat ini saya tulis berawal dari keprihatinan atas sebagian pandangan orang—termasuk media—yang mengaitkan bapak Jokowi dengan berbagai berita-berita negatif.

Bapak Presiden yang terhormat,
Terlepas dari benar atau tidaknya berita2 negatif yang ditujukan kepada bapak, kami rakyat hanya ingin bapak Presiden tetap harus membuktikan kepada rakyat Indonesia bahwa Indonesia adalah negara yang berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi dan bekarakter dalam budaya. Buktikanlah dengan memenuhi janji-janji bapak kepada seluruh rakyat Indonesia—seluruhnya !! Buktikanlah bukan hanya dengan rakyat (relawan Bapak), tetapi seluruh rakyat, dari wong cilik (yang dalam bahasa bapak disebut marhaen), kelas menengah hingga pejabat dan konglomerat.

Meskipun sebagian orang menganggap bahwa bapak adalah presiden “pesanan” atau boneka asing, kami mengharapkan bahwa itu tidak benar adanya. Kami hanya rakyat biasa, yang kami inginkan: apapun pandangan negatif itu, keadilan dan kesejahteraan rakyat harus menjadi prioritas utama dalam kinerja bapak tanpa harus “diinjak” oleh bangsa asing.
Kami mengharapkan tidak ada lagi minyak, migas, batu bara, tambang2 Indonesia lainnya yang dijual kepada kapitalis asing (baca: cukong, mafia). Karena itu bukanlah ekonomi yang merakyat—apalagi berdikari—tapi ituah ekonomi menindas dan menyengsarakan.

Bapak Presiden yang terhormat,
Kami berharap Ekonomi kerakyatan harus benar-benar dijalankan, bukan hanya dengan berkunjung ke pasar tradisional dan membangunnya saja, lebih jauh lagi bahwa kebijakan ekonomi yang merakyat lebih penting dan harus diutamakan.

“Blusukan” bisa jadi menjadi penting; barangkali itulah makna Presiden yang merakyat—bagi sebagian orang, namun Bapak juga harus membuat program dan kebijakan yang merakyat (kebijakan yang bisa “blusukan” sehingga kebijakan itu bisa dirasakan rakyat kecil). Saya kira itu jauh lebih penting daripada hanya berkunjung “blusukan” bertemu rakyat.
Merakyat: apabila pendidikan bisa dienyam oleh orang kecil, tanpa harus membayar mahal.
Merakyat itu jika akses kesehatan bisa dirasakan oleh orang tak mampu, sehingga tak ada lagi orang kecil yang mati karena tak mampu bayar biaya rumah sakit.
Merakyat itu jika hukum dan keadilan tak bisa lagi dibeli dengan uang, sehingga tak ada lagi nenek-nenek tua yang masuk penjara karena singkong, sedangkan koruptor bebas mengeruk uang negara.

Bapak Presiden yang terhormat,
Kami juga ingin berpesan kepada bapak untuk menjaga iklim kondusif dan tenteram. Dengan beragam suku, agama dan kebudayaan yang ada di Indonesia, menjaga iklim yang damai menjadi suatu hal yang wajib dan harus dipenuhi.

Selamat Berjuang dan mengabdi Bapak Joko Widodo untuk menjadikan Indonesia sebagai baldatun thayyibatun wa rabbun ghofuur !!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s