Wanita dan Kecantikan

wanita dan cantik

(I)

Pada dasarnya wanita diciptakan dari bagian yang sama dengan laki-laki (An-nisa’: 1). Dalam catatan sejarah, wanita mjd makhluk yg kurang mendapat perhatian di ruang masyarakat. Lihat saja zaman Yunani kuno, dimana perempuan tidak mendapatkan hak untuk memilih pemimpin negara (polis), karena mereka (wanita) tidak termasuk bagian dari masyarakat. Bahkan, ada filsuf zaman itu yang berpendapat bahwa wanita merupakan makhluk yg kurang sempurna.

Berbagai realitas tsb menunjukkan bahwa kaum wanita selalu identik dgn kaum yg lebih rendah dibanding laki-laki. Namun, nampaknya stigma negatif ini perlu dikoreksi secara mendalam. Al-Qur’an tlh memberikan gambaran yg jelas mengenai kemuliaan dan kedudukan wanita—yg menampik bias-bias pandangan lama mengenai pandangan negatif terhadap perempuan.

Jilbab, ghad-ul bashar, tidak boleh menampakkan perhiasan kepada selain mahram, tidak diperbolehkan bersentuhan dengan selain mahram, merupakan anjuran dan perintah yg menunjukkan bahwa wanita adalah kaum yang dimuliakan dalam Islam. Sebab, seperti perhiasan yg sangat berharga (emas, berlian dll.) tidak sembarang orang bisa mendekati dan menyentuhnya, bahkan tempat yg digunakan untuk menyimpan pun ditutup rapat; sangat dijaga keamanannya dari orang-orang asing.

Begitu juga Islam memandang wanita. Layaknya barang yg amat berharga, yg harus dijaga kemuliaan dan keamanannya dri gangguan2 yg bisa mengurangi kadar kemuliaannya. Ditempatkan di tempat yg aman, serta tak sembarang orang boleh mendekati atau bahkan menyentuhnya, kecuali dgn niat dan keinginan yg tulus. Tentu saja setelah mendapat izin dari wali-nya (pemilik) yang sah dan dengan aturan-aturan yg tidak merendahkan kemuliaan seorang wanita.

Begitulah barangkali analogi sederhana ttg kemuliaan wanita dalam Islam. Bukan untuk mengekang tapi untuk menjaga kedudukan mulia wanita di hadapan makhluk maupun Sang Khaliq.

(II)

Ada satu judul buku yang menarik untuk dijadikan renungan, buku itu berjudul “Mitos Kecantikan: Kala kecantikan menindas Perempuan” karya Naomi Wolf. Meskipun buku ini membahas perempuan bukan berarti laki-laki  tak boleh membacanya bukan? agar menjadi perhatian bersama.

Dari judulnya saja sudah terlihat sangat kontradiktif atau bertentangan; kecantikan yang menindas. Bagaimana mungkin kecantikan—yang menjadi kebanggan perempuan—dikaitkan dgn penindasan terhadapnya. Tapi justru disitulah yg harus digali dan diselami lebih dalam.

Menurut hemat saya, cantik adalah kodrat wanita, tetapi kecantikan adalah suatu kontruksi budaya; rekayasa budaya yang merupakan hasil dari kesepakatan umum suatu komunitas atau bangsa tertentu. Karena merupakan kesepakatan umum maka karakteristik cantik itu sendiri pun berbeda-beda, sesuai dgn budaya masyarakat tertentu. Itulah mengapa Allah tidak melihat hamba-NYA dari fisik, kekayaan bahkan kekuasaan dan hal lain yang bersifat serba materi, tapi dari ke-Taqwaannya, yg indera manusia tak mampu melihatnya. Barangkali karena semua hal yang serba materi bisa direkayasa bukan?

Sayangnya di zaman ini, kecantikan sudah menjadi satu komoditi yang diperjual-belikan dengan mengkontruksi kecantikan sesuai kriteria-kriteria yang direkayasa utk tujuan-tujuan bisnis. Hal itu terlihat dengan tingginya daya beli alat-alat kecantikan, make up dll yang mendukung usaha untuk mempercantik diri. Sehingga terbangun pemahaman bahwa kecantikan harus diwujudkan dgn wajah yg di-make up sedemikian rupa, bahkan harus rela merogoh banyak uang untuk mengubah beberapa bagian dari wajah supaya dikatakan cantik. Lebih parah, kebanyakan perempuan tidak memahami—mungkin enggan—bahwa sebenarnya mereka sedang ditindas.

Selain itu, kecantikan yang direkayasa itu telah banyak menguntungkan pihak-pihak tertentu—terutama keuntungan ekonomi. Lihat saja, merk-merk yang selalu menawarkan produk alat kecantikan mereka juga lah yg mematok karakteristik kecantikan.

Itulah yg menurut hemat saya, arti dari kecantikan yg menindas. Membuat perempuan seolah bangga dgn kecantikannya, tapi sebenarnya mereka sedang menjadi korban. Demikianlah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s