5 Tips belajar di Oxford a la Maudy Ayunda

maudy
Maudy sedang keluar dari perpustakaan usai belajar malam menjelang ujian akhir

“Dari kecil aku ‘dah suka banget aroma toko buku”—Maudy Ayunda

 

Beberapa waktu terakhir ini, pengguna media sosial—utamanya YouTube—dihebohkan dengan video klip Young Lex ft. Awkarin berjudul “Bad”; yang dislike-nya lebih banyak dari like-nya; ditambah lagi Vlog (video vlog) Anya Geraldine yang dengan sangat bangga memamerkan asyiknya liburan di Bali dengan kekasihnya. Kurang lebih, karena alasan itulah mereka berdua dilaporkan ke KPAI dan Kominfo, akhirnya Anya memenuhi panggilan itu. Meskipun demikian, vlog keduanya menunjukkan eksistensi anak-anak muda urban zaman ini dan tidak sedikit anak-anak muda lain yang meniru gaya mereka. Perlu diperhatikan juga bahwa umur keduanya berkisar 17-18 tahun. Kita tinggalkan dulu ini.

Di tengah gemparnya YouTube karena dua anak itu, muncul satu akun yang sepi pemberitaan tapi menyimpan ribuan harapan. Siapa lagi kalau bukan akun YouTube milik mbak Maudy; sepetinya lebih enak dipanggil Maudy saja (tanpa mbak). Dara cantik ini memang tidak henti-hentinya membuat prestasi, apalagi sejak ia belajar di salah satu kampus terbaik se-jagad ini: Oxford University.

Jujur. Manusia-manusia jomblo, seperti yang baca tulisan ini, serasa hanya butiran debu disandingkan dengan Maudy; ditambah ilmu yang gak seberapa, baca buku 5 menit ngantuk, bahasa gak seberapa. Ketika kita baca Plato 5 lembar langsung amnesia “siapa aku?”; “dimana aku?” , sedang Maudy sudah membahas eksistensialisme Heidegger, ekonomi politik Marx hingga Stallin. Intinya, da kita mah apa atuh.

Tapi jangan risau, sebab vlog-nya Maudy telah banyak merekam cerita dan tips selama ia menjadi mahasiswa jurusan Philosophy, Politics and Economics (PPE) Oxford University. Meski kini ia telah resmi lulus dari kampus bergengsi itu dengan Bachelor of Arts pertengahan tahun ini, tips-nya masih sangat relevan, apalagi untuk manusia yang selalu dicerca dengan; “Kamu kapan lulus?”. Berikut 5 tips Maudy untuk sukses kuliah dan hidup di luar negri—semoga kita yang belum lulus; apalagi belum ngajuin proposal; apalagi yang kuliahnya banyak ngulang—bisa termotivasi untuk terus jadi mahasiswa (maksudnya, bukan mahasiswa S 1).

  1. Be flexible dan be adaptive

Hidup di negri orang memang tidak mudah, apalagi jika kultur, bahasa, budaya, kebiasaan, bahkan musim berbeda jauh dari kampung halaman. Karenanya, sudah selayaknya kita harus fleksibel dan cepat beradaptasi dengan perubahan-perubahan yang ada, termasuk dalam berteman. Ini penting. Coba bayangin, sudah Jomblo atau LDR, ditambah gak punya temen itu: Modyarrrr. Hahaha. Jadi, mulai sekarang jadilah fleksibel dan adaptif!

  1. Akrab dengan Perpustakaan

Perpustakaan di Oxford selalu ramai (bukan suaranya) dengan mahasiswa yang membaca dan menulis, tidak heran jika perpustakaan di sana buka hingga tengah malam bahkan 24 jam. Kultur dan kebiasaan ini sangat susah ditemukan di negri kita tercinta, sesusah menanggalkan status jomblo, kan ?. Mulai sekarang, bertemanlah dengan buku, berkunjunglah ke perpustakaan, hiruplah aroma buku yang khas itu, dan jangan bangga-bangga amat lah jalan-jalan di Mall, Yaa!. Apalagi bagi kamu, iya kamu, yang Jomblo, gak punya kerjaan jadi tukang ojek, mulailah “modus” dengan perpustakaan, seringlah jalan-jalan di perpustakaan yang ada di kota kita. Yakinlah, buku itu gak bakal nyalah-nyalahin kamu (Ingat! Wanita selalu benar), tapi justru kamu yang harus meng-kritisi buku. Enak to?

Tentang buku, Maudy sejak kecil sudah suka dengan aroma toko buku. It’s unique. Kebiasan yang tidak banyak orang sukai, jadi tidak heran jika ia mampu sekolah dan lulus di Oxford dalam jangka waktu hanya 3 tahun. Lah kita? Silahkan dijawab di hati masing-masing. Maudy harus akrab membaca original text, atau buku asli dari pengarangnya langsung dengan bahasa Inggris tempo doeloe, filsafat pula. Bisa kamu bayangin.

  1. Datang ke ‘Oxford Union’

Epic itu bagi Maudy, ketika mendengarkan kuliah umum di Oxford Union. Semacam gedung pertemuan di Oxford dimana kuliah-kuliah umum yang disampaikan orang-orang sekaliber Perdana Mentri, dan tokoh-tokoh berpengaruh internasional. Sebuah tempat diskusi terbuka yang meyatukan semua strata sosial, dimana kita bisa bertanya dan berdialog langsung. Dalam konteks kita, tentu bukan oxford union secara harfi, tetapi maknawi. Artinya, kita perlu mendatangi majlis-majlis ilmu, kuliah umum pakar misalnya. jika tidak ada di kampus kalian sendiri, carilah ke kampus tetangga, pokoknya biasakan hadir dan rekam semua dialog dalam otak; baik nasional maupun internasional (dengan bahasa inggris). Sebab kebiasaan ini akan sangat membantu membiasakan diri, jika kita ingin sukses dalam menyerap perkuliahan di luar negri. FYI, model kuliah di Oxford dan beberapa kampus luar negri juga ada loh yang berisi ratusan mahasiswa, persis seperti kuliah umum. Nah loh!

  1. Biasakan menulis

Kuliah di luar negri, iklimnya sangat jauh berbeda dari Indonesia, sebab kita dituntut untuk berdiskusi bersama Professor dan menulis essay 2 kali dalam seminggu. Di Oxfrod, kata Maudy, mengharuskan essay yang harus ditulis minimal 2000 kata, dan hal itu dilakukan 2 kali dalam seminggu. Bagi yang sudah sering menulis, tentu hal demikian itu tidak lantas membuat gundah gulana, tapi bagi yang belum terbiasa tentu essay menjadi sangat menakutkan. Mulailah menulis dengan topic yang paling sederhana; tersedia di lingkungan kamu sendiri. Tentang ke-Jomblo-an kamu misalnya, Ha!. Atau, jika ingin agak serius, mulailah menulis secara betul (gak copas maksudnya) tugas makalah dan kuliah kamu yang terus mengalir dan gak ada hentinya. Itu akan membuatmu terbiasa. I think.

  1. Hidupkan Hoby

Jika ada waktu luang, dari kuliah atau tugas essay, kamu bisa ikut kegiatan kampus yang kamu sukai juga sewaktu di Indonesia. Misalnya hoby diskusi, ikutlah dengan komunitas atau UKM di sana yang bergerak di bidang diskusi, atau riset. Intinya, hoby yang kamu sukai tidak harus ditinggalkan ketika kalian sudah tidak tinggal di kampung halaman. Tapi perlu diingat, lebih baik jika mengikuti kegiatan yang mampu mendukung sisi akademis, soalnya Beasiswa itu waktunya terbatas. Dan harus selesai tepat waktu.

Akhirnya, Selamat untuk Maudy ! Semoga kita bisa menyusul.

NB: Gambar utama diambil dari vlog Maudy

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s