Merayakan Hari Kartini*

Ada sederetan kejadian menarik minggu-minggu ini, dimulai dari perjuangan para Kartini Rembang yang melakukan aksi ‘menyemen kaki’ sebagai protes terhadap pembangunan proyek semen PT. Semen Indonesia yang akan merenggut tanah kelahiran serta sumber air kehidupan mereka hingga hebohnya pernyataan Dian Sastro saat ditanya mengenai pendapatnya tentang Kartini Rembang yang tengah melakukan aksi di depan Istana Presiden, ia menjawab: “Itu jadi menarik adanya kasus sekarang. Ibunya lepas dong dari politik, kembali ke urusan domestic”(Kompas, 16/04/2016). Sontak, pemberitaan ini menuai sensasi di berbagai media sosial, dari yang bernada kecewa hingga komentar bernada (sok) bijak. Sebelum akhirnya, mbak Dian mengklarifikasi pernyataannya, sebagaimana diberitakan oleh Kompas. Ia menjelaskan bahwa ada ketidaksesuaian pengutipan pernyataannya sehingga tampak bahwa mbak Dian tidak simpati pada perjuangan Kartini Rembang.[1]

Untungnya, mbak Dian segera mengklarifikasi pernyataannya yang salah kutip itu, jika tidak, Continue reading “Merayakan Hari Kartini*”

Advertisements

Pola “Muhammadiyah-Jawa” = “Melody-JKT48”: Apa Melody harus masuk IMM? (2)

Hubungan Muhammadiyah-Jawa

Melalui Muhammadiyah Jawa, A. Najib Burhani ingin menjelaskan dan menelusuri berbagai dokumen pada rentang waktu 1912 hingga 1930, yang membuktikan bahwa Muhammadiyah juga merupakan representasi dari Islam varian Jawa. Sebab selama ini, banyak kalangan—termasuk anggota Muhammadiyah—yang menganggap bahwa Nahdhatul ‘Ulama’-lah satu-satunya representasi Islam Jawa, terlihat secara kasar bahwa NU lebih dekat dengan tradisi Jawa, melalui tahlilan, slametan, dan mauludan, dibanding Muhammadiyah yang rasanya kurang memberikan apresiasi terhadap tradisi/budaya Jawa. Latar belakang penulisan buku mas Najib ini terkait dengan persoalan bahwa Muahammadiyah, yang dicirikan dengan gerakan puritan Islam, seolah-olah akan merubah semua budaya Jawa yang dianggap sinkretis. Sehingga, tidak bisa dipungkiri pandangan semacam inilah yang sekarang ini menyebar dan parahnya  Continue reading “Pola “Muhammadiyah-Jawa” = “Melody-JKT48”: Apa Melody harus masuk IMM? (2)”